Tampilkan postingan dengan label Portfolio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Portfolio. Tampilkan semua postingan

10.4.10

Logo sebagai identitas

LOGO 
semua kenal sama logo
semua tau logo itu apa dan bagaimana bentuk rupanya,
semua orang akan berkomentar segala macem ketika melihat 
atau ngebahas tentang logo, bahkan yang bikinnya aja kadang 
cuma terkekeh-kekeh mendengar komentar-komentar ajaib
yang terucap ketika orang lain mengomentari logo buatannya :D

APA ITU LOGO?
pada abad ke 19, logo marak dipakai dan dikenal masyarakat 
karena pengaruh revolusi industri, semua berlomba membuat 
produk yang berjumlah banyak, tidak sedikit beberapa pabrik
memproduksi barang yang sama, untuk membedakannya 
dipakailah simbol/tanda yang kini dikenal sebagai logo type.

kini makna logo sudah berubah, tidak hanya sebagai tanda 
atau simbol, logo adalah sebuah nilai kepercayaan pasar,
pasar butuh jaminan dan logo hadir sebagai jaminan 
nilai bagus dari produk, logo juga sebagai wajah yang akan 
lebih mudah diingat oleh pelanggan. logo adalah identitas
atau jati diri sipakah yang memproduksi barang atau jasa 
yang dijual kepada konsumen, perkembangan makna logo kini
yang menjadikan masyarakat sekarang lebih peduli akan LOGO,
dan kini didukung dengan hukum hak cipta dari sebuah LOGO
untuk menghindarkan penyalahgunaannya.

Fakta tentang LOGO di Indonesia
ketika kita mengharapkan sebiah logo tampil sebagai "wajah"
dari sebuah perusahaan, yang terjadi banyak sekali nilai "personifikasi"
itu hilang, dan kemiripan satu logo dan lainnya menjadi bermunculan
dimana-mana, maka wajarlah akan sebuah pernyataan miring tentang
logo terucap: 

"Perkembangan logo di Indonesia menarik, namun tidaklah baik,
menarik karena kini banyak sekali logo-logo baru yang bagus sekali,
namun banyak pula logo yang sangat palsu dengan kata lain
meniru habis-habisan".


"Logo 15 tahun yang lalu, kualitasnya masih kurang baik,
karena hampir seluruhnya menyerupai bentuk padi dan kapas".

Lalu apa yang diperlukan dalam pembuatan LOGO?
"Sebuah Logo yang baik lahir dari sebuh riset yang baik".
jadi tidaklah cukup riset 1-2 jam :D.


pada dasarnya jenis Logo terbagi menjadi:
Logotype yaitu Logo yang menggunakan word mark
(kata/nama dengan unsur tipografi).
Logomark yaitu Logo yang mengunakan unsur icon
 (ilustratif atau inisial),
atau gabungan dari Logotype dan Logomark
(menjadikan Logo tampil "lengkap").
dalam penggunaan jenis logo ini disesuaikan dengan
kebutuhan.


Rambu-Rambu Dasarnya:
ada tiga unsur dalam pembuatan logo: Logotype, 
Slogan dan Icon dan yang harus diperhatikan antara lain:
Typografi
> perananan typografi mampu mewakilkan unsur "emosi"
    pada logo,maka pengetahuan akan typografi sangat 
    membantu dalam membuat logo.
Warna
> warna memperkuat kesan dan pesan yang akan
    disampaikan pada logo, dan memudahkan logo
    untuk diingat oleh publik.
Bentuk
> bentuk mempengaruhi ke-agresif-an atau 
    ke-pasif-an sebuah logo.
Keseimbangan
> yang dimaksud disini adalah mencari atau menentukan
    seberapa baik atau buruk logo yang dibuat dan
    kemungkinan untuk dikembangkan.
Selera
> ini salah satu faktor X dari membuat logo,
    namun cukup menentukan.
Riset
> seperti yang sudah dikatakan diatas, riset adalah
    kunci utama dalam membuat logo, melihat logo dari 
    cara pandang pengunannya, pelanggan dan semua
    yang akan berhubungan dengan penggunaanlogo tersebut.
Opini
> tanyalah kanan, kiri kita, kita pelajari dari kritik
    danmasukan-nya.


sumber:(majalah concept, volume03 edisi17 2007). 


Saya gak bakal nekad mengklaim bahwa saya dah jago
dan sangat Khatam soal per-logo-an, tapi semua ini
adalah sebagai catetan buat kita bersama belajar
mengenal tentang logo itu sendiri, memahami proses
dan identitas setiap logo yang kita buat untuk hasil
yang selalu lebih baik, berikut ini adalah beberapa
Logo yang sudah saya buat :


9.1.10

Dua Kosong Satu Kosong

Tidak berasa 365 hari sudah dilewati
dengan jutaan warna-warni
dan karya di tahun lalu,
kini kita di beri 365 hari lagi,
365 kanvas baru dan kosong yang siap kita pakai
untuk menuangkan karya baru lagi,
tetap semangat dan berkarya.


Selamat Tahun Baru 2010


Sebagai hadiahnya, saya bagikan kalender 2010
yang dapat digunakan sebagai wallpaper
pada layar monitor komputer,
dapat diunduh (download) di sini




Mari, kita hiasi 365 kanvas baru kita dengan karya
dan jutaan warna bahagia.
2010 here we go!

10.12.09

Mobile Content Application - apa dan mengapa?

Apa dan mengapa?, apa itu mobile content application adalah sebuah program yang berjalan pada media telephone genggam (ini istilah ngawur dari gw huhehehehe) yah begini deh logikanya handphone itu punya operating system sendiri untuk menjalankan beberapa aplikasi/program yang berfungi untuk menelefon dan beberapa program tambahan, seperti kalender, kalkulator, bisa juga pemutar lagu (mp3 player), pemutar video, sampai game, dan company profile begitulah kira-kira.

reklame Metro - TV 2007
Tapi mengapa handphone yang dipakai? yah karena sekarang hampir semua orang pake handphone yang fiturenya banyak, hampir semua jenis program yang disebut tadi ada "tertanam"di handphone-nya masing-masing :D, dan handphone itu di bawa, kemana-mana bahkan sampai ke kamar mandi (ups maaf) tapi ini realitanya, saat ini banyak sekali orang-orang yang bahkan tidak bisa lagi lepas dari benda komunikasi itu (ini fakta loh bisa di cari datanya).

reklame Metro - TV 2007
terus media ini diapain? yah media ini cukup strategis buat beriklan bukan? hehehe..
bayangkan kalo media ini bisa dipake buat sebar-sebar iklan tv sebuah brand hahahaha.. apalagi kalo iklannya lucu :D terus bisa juga promo diskon dalam bentuk gambar :D, sampai promosi perusahaan loh :D hehehehe... yah seperti media-media lainnya ada kelebihan dan kekurangan dari media komunikasi ini, yang mungkin karena penyebarannya yang masih agak "ribet" dan "mahal" kalo kerja sama dengan operator, kalopun disebar dengan technologi yang diciptakan sendiri (bluetooth), masih terbatas pada "range cover area" dan masih banyak yang masih gaptek jadi rada parno takut di bilangnya bisa jadi virus, hehehehehe beneran loh sampe segitu-nya, yah semoga dengan bertambah majunya technology semakin memudahkan kita untuk terus berkarya dan berinovasi :D.

1.12.09

CRM, Binatang baru apa lagi ini?

Sekedar sharing, pada saat masih duduk-menduduki bangku yang ada diruangan kuliah saya diberi pengetahuan singkat mengenai apa itu dunia creative dalam kehidupan nyatanya (emang dulu hidup gw gak nyata?beuuh).





Pertama, itu ada Above The Line (media iklan lini atas) Mass Media, sebagai sebuah sarana berkomunikasi dengan masyarakat luas (karena penyebaran medianya) seperti Billboard, Koran, Majalah, Radio dan Iklan Televisi. Tentu dengan tata cara berbahasanya yang halus (halah!), mudah diingat, singkat, padat dan jelas, disinilah pencitraan sebuah brand disebarkan ke khalayak ramai okey next...



Kedua, itu ada yang punya nama Below The Line (media iklan lini Bawah) sifatnya cepat, banyak, lebih tepat sasaran (area penyebarannya difokuskan pada area yang sudah dipastikan sebagai “wilayah bermain” taget komunikasinya) betuknya bisa jadi baligo, spanduk, poster, flyer, leaflet, brochure, sticker, x banner, spot iklan di majalah gratisan (majalahnya yang dibagiin gratis bukan masang iklannya yang gratis yah :P) dan yang pastinya sifat komunikasi disini lebih jelas (lebih banyak yang dijabarinnya), keunggulan brand dan segala macem jeroannya yang indah-indah juga pastinya.Tujuannya sih sudah pasti, supaya brand dan pembelinya jadi kenalan “lebih dalem” gitu hehehehehehe.


Terus ada lagi nih, yang ketiga Brand Activation. Nah si Brand ini dipromosiin dalam bentuk acara, bisa musik, outbound, sampe yang ekstreem banget – kaya offroad dll. Kalo di-analogi-kan sebagai manusia si Brand sama Pembelinya itu dah kaya sohib, di kasih experience-nya di ajak maen, di ajak ngerasain kalo “maen-maen bareng” sama temen-nya ini bisa dapet banyak keuntungan, pengalaman, dan ujung-ujungnya jadi lumayan kenal benget deh sama si Brand yang cantik atau ganteng ini.


Setelah dikasih tau tiga kegiatan promosi tadi sama si bapak dosen dan pengalaman kerja, masih ada yang sedikit demi sedikit bertamabah menuh-menuhin kepala. > Hasilnya bisa jadi si pembeli jadi curhat betapa senangnya dia “bermain bersama si Brand” kepada seluruh sanak saudara, tetangga, dan tauladan (haiyah!) menciptakan sebuah dampak positif yang bernama iklan gratis “word of mouth”, yang biar mudahnya di bilang sebagai gossip “positif” ketenaran sebuah Brand, dah kaya artis bukan? Hehehe...





Lalu-lalu, ada nih yang belakangan jadi sangat popular namanya CRM, (jiah binatang baru apaan lagi ini?), sebenernya bukan baru-baru amat sih, gw dah hampir 3 tahun nyemplun dan berenang-berenang di dalemnya.(Cielieee…).


 


CRM (Customer Relationship Management) dari namanya aja kita bisa tau kalo salah satu aktivitas promosi ini menjaga hubungan baik dengan pelanggan, bahasa gaulnya (ehm.. sambil garuk-garuk kepala..) Brand pacaran dengan pelanggan :D, nah iya itu.. di”pacarin” itu maksudnya biar gak selingkuh ke brand lain, terus yang namanya pacaran, awal mulanya “nembaknya” pelanggan setuju jadi “pacar” dengan mengisi data (Member Application Form) yang penyebarannya bisa melalui, form di dalam kemasan ataupun pada saat program Brand Activation dilakukan (ceritanya ngedate gitu deh).. 




kemudian setelah kenal, alamatnya dimana, kapan ulang tahunnya, seperti kegiatan pacaran, Brand akan mengirimkan surat cinta pertamanya (Welcome kit), di sertai hadiah, Member Card, iya sebagai bukti “pacar”-nya si Brand dan untuk mendapatkan special diskon dari Merchant-merchant agar suasana “pacaran” ini menyenangkan dan saling menguntungkan.
Ada berbagai cara agar pelanggan tetep setia, di bikinlah program per 3 bulan atau disesuaikan dengan karakter Brand itu sendiri, dan layaknya sebuah hubungan saling memberi dan menerima, pelangan juga mendapatkan tiket acara special, jika ia mengirimkan bukti pembelian produk  :D.. jadi sama2 untung kan?, kalo contoh paling mudah dan paling banyak dikenal saat ini adalah system poin reward, beli produk dapet point yang bisa di tukar dengan berbagai jenis hadiah, sesuai dengan jumlah poin, banyak dilakukan oleh jenis usaha perbankan.







Terdengar begitu mengasikkan bukan?, tapi coba di perhatikan berapa banyak bagian, mulai dari data imput, manajemen data, creative, event organizer, analisa data, shipment dan dukungan call center agen sebagai penjaga komunikasi yang baik dengan pelanggan, jadi dapet di simpulkan CRM adalah sebuah kegiatan promosi yang besar, berjangkawaktu  yang panjang serta melibatkan banyak sekali pihak :D di situlah seni-nya.





Tapi bagaimanakah cara si Brand berbicara kepada kekasihnya (pelanggan), pastinya dengan komunikasi personal satu lawan satu, imbangkan? hehehehe .. Dengan sifat komunikasi yang personal seperti ini, diharapkan hasilnya akan berpengaruh baik bagi penjualan dan kepuasan pelanggan :D.

22.4.07

1001 Inspiration Design Festival




Design cover majalah ini termasuk dalam 1001 karya saya yang memecahkan rekor 1001 COVER CONCEPT, yang dipamerkan di main atrium Senayan City 20-25 April 2007, serta dimuat dalam Edisi Khusus 1001 (April 2007).
Konsep :
"Kurangnya penghargaan terhadap designer di Indonesia".
Bagian terpenting dari tubuh manusia adalah otak, setiap orang yang berperan diindustri creative juga memiliki dan meggunakannya secara maksimal untuk menciptakan sebuah konsep, dalam perkembangan zaman otak itu diklasifikasikan sebagai otak creative. Keaslian sebuah karya yang dihasilkan dari otak creative ini terjamin karena dengan kualitas terbaik memenangkan beberapa penghargaan.
Namun sayang kini harga sebuah otak creative dijual dengan harga yang sangat murah dan sangat negosiable layaknya harga barang, karena kini sudah tidak lagi dihargai oleh masyarakat dan hal ini lebih sering terjadi di Indonesia.


"menurut anda ?"
membahas tentang isinya :), yah membacanya sekarang pun hanya bisa tersenyum melihat tulisan 2 tahun yang lalu, realitanya masih banyak yang merasakan demikian yah, berkarya dan teruslah berkarya kerena penghargaan tersebut akan datang dengan sendirinya :D

20.2.07

promotion CAFĒ BATAVIA










CAFĒ BATAVIA

Café Batavia didirikan pada 3 desember 1993, bertempat pada sebuah bangunan tua berlantai dua yang dibangun pada tahun 1837, dan merupakan bangunan tertua kedua di kawasan taman Fatahillah setelah Staadhuis yang kini dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta.

Beberapa keunggulan, seperti bangunan dan lingkungan sekitar yang kental dengan nilai sejarah berdirinya kota Jakarta, serta suasana atmosfir café pada zaman kolonial “Tempo Doeloe” yang didukung dengan set interior antik dan asli sesuai dengan gaya cafe pada tahun 1920 dan 1930an, dekorasi ratusan bingkai foto, lukisan dan poster orang–orang terkenal, kejadian masa lalu, dan iklan produk pada tahun 1920 dan 1930an dari dalam dan luar negri. Café Batavia mengunakan standarisasi pelayanan internasional baik bahasa, pelayanan, serta peralatan penyajian makanan dan minuman yang digunakan yang mengikuti stardarisasi hotel barbintang lima.

Target Konsumen Utama : wisatawan asing (berasal dari Eropa dan Amerika) yang berkunjung ataupun bekerja di Indonesia khususnya di Jakarta, tanpa menutup kemungkinan wisatawan dari Asia dan Indonesia.

(sumber data: tugas akhir, koran, survey lapangan dan wawancara - tahun 2004)

media : majalah (Archipelago,Garuda)

























































(alternative)



media : majalah (Jakarta Java Kini)


























































(alternative)



media : majalah (TIME, Neewsweek)

























































(alternative)



media : koran (KOMPAS, Jakarta Post, Bali Post)

























































(alternative)



alternative design untuk majalah dan koran









































media : poster

























































































































(alternative)


media : Direct Mail


















media : Billboard (luar ruang)





















media : internet banner
















media : merchandise (Note Pad, Matches)


























media : merchandise (Ashtray, Tatakan Gelas)